FahMi boeGis

20 Desember 2009

Aneh… or Mengejek…

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — fahmi75 @ 14:28 and

15112009005

Pada saat aku sakit mata… ada kebiasaan orang-orang disekitarku melakukan gerakan yang menurutku aneh… atau mengejek ya…???
Misalnya pada saat bertemu dengan Saudaraku, yang mengetahui aku sakit mata, dia langsung menaruh kedua tangan di samping telingan kiri dan kanan, menjulur-julurkan lidahnya dan menutup matanya. Katanya “Jangan marah ya… supaya tidak tertular sakit mata…”
Yeeeeee itu bukanya mencegah sakit mata, itu mah… mengejek menurutku.
Begitu juga saat bertemu dengan tetangga belakang rumah, melakukan hal yang sama.

Menurut mereka itu sudah menjadi kebiasaan disini, dari dahulu ya… begitu kalau ada yang terkena sakit mata, supaya tidak kerkena sakit mata melakukan gerakan itu. Sambil menghadap ke arah yang sakit mata, kemudian tangan di taruh di samping telingan kiri dan kanan sambil di gerak-gerakkan, mata di tutup, terus lidah di julur-julurkan.

Ya… apa boleh buat… digituin ama orang dikampung… gak boleh marah. Kalau aku sih, sudah di gituin aku bilang aja “ulang lagi… gayanya kurang keren,… lagi-lagi lidahnya kurang panjang… hehehehe”

Tetapi … dua hari kemudian…. Heheheh… mereka tertular juga… “rasain… sudah ngejek orang sakit…, sekarang gantian… week” sambil melakukan gerakan yang sama.

Kalau gak mau tertular ya jaga kebersihan tangan, jangan mengucek-ngucek mata kalau terasa gatal…, kalau pun sudah tertular ya di obati dengan obat mata seperti Cendo Xitrol…, atau obat tradisional dengan air daun sirih.

Aduh sedihya…

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — fahmi75 @ 14:19 and

09122009004

Beberapa minggu yang lalu, aku mudik ke kampung untuk melihat anak dan istriku disana, betapa rindu hati ini ingin berjumpa, terutama sibuah hati yang sudah berumur 5 bulan sudah bisa apa sekarang, gimana sekarang? dah 3 bulan di tinggal

Sesampai disana… ternyata…
Athyrah (buah hatiku) sudah bisa telungkup, dan tidak mau duduk, maunya berdiri terus (ya… tentu masih di Bantu dengan memegang pundaknya). Dan satu lagi kesukaannya, selalu ingin di gendong untuk berjalan-jalan keluar rumah… melihat anak-anak bermain, orang lalu-lalang atau ketepi laut.
“Wah-wah bisa gempor nanti ibumu nak kalau minta gendong terus, kalau bapak sudah pulang ke jambi gimana?” tanyaku dalam hati.
Kalau sudah keluar rumah… baru tenang dianya… gak sibuk meronta-ronta,
Tenang aja… senyum-senyum dan tertawa kecil kalau ada yang menyapanya… senangnya rasa hati ini… anakku sehat wal afiat.

Keesokan harinya… pada saat bangun pagi
“Aduh… mata ini, kok susah dibukanya dan berair lagi” tanyaku pada istri.
“Sakit mata kali tu…” kata istriku.
“Mungkin juga ya, soalnya kemarin si Marsya (ponakan di Jambi) sakit mata” kataku.
“Iiiiii……… pulang-pulang bawa penyakit nih…” kata istriku

Wah gawat… apa mau di kata ternyata benar aku kena sakit mata, kasian si kecil kalau sampai tertular juga. Jadi terpaksa aku agak sedikit menjauh darinya… sedih juga rasanya… terpaksa aku tidak menggendong putri kesayanganku…

Ya… istriku yang menggendongnya… kalau mau jalan-jalan dan aku hanya tinggal dirumah saja tidak kemana-mana… ya sambil diobatilah, supaya tidak tertular kepada yang lain…

Dua hari kemudian…
Disubuh hari… putriku terlihat gelisah dalam tidurnya, kadang menangis. Dengan sabar istriku… memberikan air susu dan memberlainyanya agar dia tidur dengan tenang.
Pada saat bangun… ternyata putriku juga sudah tertular sakit mata. Matanya merah, berarir dan suhu badannya agak panas…
Apa yang aku takutkan akhirnya terjadi juga… “Aduh kasian… ini gara-gara bapak nak…” kataku dalam hati
Menurut saudara-saudara disana, kalau anak kecil kena sakit mata obatnya teteskan saja air susu ibu ke matanya. Dan benar saja anakku matanya gak sakit lagi keesokan hariya, tapi sekarang giliran ibunya yang kena sakit mata…

Aduh… pusing…
Besoknya lagi… bapak mertua dan dua orang tetangga belakang rumah yang kena sakit mata…
Besoknya lagi… saudara jauh yang kebetulan ada silaturahmi ke rumah, terkena juga penyakit mata…

Aduhhhhhhhhhhhhhhhh…………..
Kok bisa ya… sakit mata menjangkiti orang disekitarku…

Heheheh………… jangan takut… pada saat menulis cerita ini,
Aku, putriku (Athyrah Khairunnajah), istriku (Marlina), Bapak Mertua, tetangga, Saudara-saudara dan Keponakan-keponakanku… sekarang sudah SEMBUH…

Satu hal… yang membuat sedih… menularkan sakit mata…

7 September 2009

HINDARILAH BAHAYA INI

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — fahmi75 @ 21:19 and

icon_tyrani

Sementara saat kita shalat, terkadang setan menyertai kita seraya berbisik “wahai orang yang salat, perbaguslah salatmu dan panjangkanlah salatmu, supaya orang-orang yang hadir atau yang melihat mengatakan bahwa kamu hamba yang khusuk”.

Ketika kita bersikap zuhud terhadap dunia terkadang setan datang dan berkata kepada kita “perlihatkanlah kepada orang kezuhudanmu, supaya mereka memujimu sebagai orang yang zuhud”

Ketika kita berakhlak dengan akhlak islam, setan datang dengan berkata “perlihatkanlah kepada orang lain bahwa kamu berada di atas kebenaran supaya mereka menyanjung mu sebagai orang yang berakhlak”

Pada saat kita menginfakkan harta di jalan Allah, setan mengatakan”jika kamu memberikan harta di jalan Allah, maka berikanlah di hadapan orang banyak, supaya mereka memujimu sebagai orang yang suka berinfak”.

Sementara kita beramal di jalan Allah terkadang setan datang dan berbisik “lakukanlah amal-amalmu dihadapan orang lain, supaya meraka mengatakan kamu pekerja yang giat”.

Demikianlah setan datang kepada kita setiap kali, kita melakukan amal dengan mengharap ridho Allah. Dengan bujuk rayunya, akhirnya kita beramal dengan maksud supaya di lihat orang . sungguh ini suatu kenyataan yang pahit.

Itulah ria, pacul yang merobohkan. Bahaya yang menghancurkan, yang akan mengubah amal-amal kebajikan menjadikannya debu yang beterbangan. Pernahkan kita melihat pohon yang batang dan dahannya di makan rayap?. Mungkin di hadapan kita ia masih nampak berbentuk pohon, namun sebenarnya ia telah kropos dan kosong.

Seperti itulah yang di lakukan ria terhadap amal kebajikan, sungguh ini adalah hama yang menelan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Oleh karena itu berusahalah supaya tidak terkena penyakit ria dalam melakaukan amal kebajikan. Jadilah orang ikhlas yang menyertakan amal kebajikan semata-mata karena Allah SWT. (Q; 2:264).

30 Agustus 2009

Sang pencipta langit dan bumi bernama Allah

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — fahmi75 @ 12:15 and

allah-guns20orig
Ketika Anda menyebut nama Allah, kemanakah pikiran Anda menuju?

Nama adalah sebuah simbol dari pemiliknya. Ketika kita menyebut kata “SBY” maka pikiran kita langsung mengarah kepada sosok gagah berwibawa, yang jika berbicara tutur katanya tertata dengan baik, yang menjadi Presiden RI. Ketika kita menyebut kata “ibu”, maka pikiran kita langsung mengarah kepada wanita yang melahirkan kita, melindungi dan menyayangi kita. Wanita yang mengurus dan mendidik kita ketika kita masih kecil. Tetapi ketika menyebut nama Allah, kita menjadi bingung dalam membayangkan “sosok” Tuhan.

Ketika kita menyebut nama Allah, tidak perlu kita membayangkan sosok Allah, karena kita tidak akan mampu melakukannya. Allah tidak serupa dengan apapun juga, maka apapun yang kita bayangkan mengenai wujud Allah pasti salah. Cukup sadari saja, bahwa yang kita panggil atau sebut nama-Nya itu adalah nama Dzat pencipta langit dan bumi. Dialah Tuhan yang menciptakan kita. Tuhan yang memberi kita hidup lalu memberi kita rejeki sepanjang hidup kita. Tuhan yang sangat berkuasa, bahkan setelah kita mati sekalipun. Dialah yang menetapkan siapa yang berhak masuk surga dan siapa yang dikirim ke neraka.

Saya ingin memberikan gambaran yang lebih jelas untuk memperbandingkan siapa Allah dan siapa kita ini agar kesadaran kita menjadi lebih terbuka.

Andaikan bumi ini sebesar buah jeruk, maka manusia tak lebih besar dari debu-debu halus atau sel kulit. Kita naikkan skala perbandingannya. Jika matahari sebesar jeruk, maka bumi kira-kira hanya sebesar butiran nasi. Manusia, mungkin tak lebih besar dari molekul yang membentuk kulit jeruk. Kita naikkan lagi skala perbandingannya. Jika galaksi Bima Sakti memiliki diameter sebesar jeruk, maka matahari hanyalah sebesar debu. Bumi mungkin sebesar sel-sel kulit jeruk. Manusia hanyalah seperti elektron-elektron. Kita naikkan lagi skala perbandingannya lebih jauh lagi. Jika alam semesta ini yang kita kenal sekarang ini sebesar ruang keluarga Anda, maka galaksi hanya sebesar debu atau pasir. Matahari hanyalah seperti bakteri atau virus yang berterbangan di udara. Bumi mungkin hanyalah sebesar atom oksigen. Manusia? Masihkah manusia bisa disebut sebagai ada? Kita tidak ada apa-apanya di alam semesta ini, sementara Allah Sang Pencipta lebih besar dari alam semesta itu sendiri.

Sumber : E-book Khusyu’ itu mudah, dalam www.shalatcenter.com
atau klik disini
 http://www.shalatcenter.com/download/Khu…

23 April 2009

Kuala Enok

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — fahmi75 @ 09:27 and

Kuala Enok berada di Tepi pantai Kabupaten IndraGiri Hilir, Provisinsi Riau. Disana tempat kelahiranku, walau jauh dari kota Jambi, aku selalu rindu untuk pulang kesana, karena di sana telah ada yang selalu menungguku dan kurindukan.
Maaf ya… sebagian foto bukan hasil jepretanku…

22 April 2009

DIGIGIT

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — fahmi75 @ 09:39 and

Pemuda 1 : Sedang apa coy? kenapa mukamu… seram kali kulihat?
Pemuda 2 : Tak ada coy…? biasa ajala
Pemuda 1 : Lantas kenapa dimukamu macam ada tanda tanya besar
ku lihat?
Pemuda 2 : Ini… dari tadi aku duduk disini, banyak nyamuk menggigit…
kesal aku… bisa habis lah darahku…gatal-gatal lagi…
Pemuda 1 : O… itu…, tak usahla kau marah-marah
Pemuda 2 : Tak ada ku marah coy, cuma… kesalnya aku
Pemuda 1 : Sudahla… ikhlaskan sajalah… sudah memang begitu
caranya nyamuk cari makan, sudah adilla itu…
Pemuda 2 : Apa pula yang adil… sudah digigit, bentol, gatal-gatal pula…
Pemuda 1 : Heiii… janganla marah-marah sama aku…
memang adil la coy…
Pemuda 2 : Hah… mana ada aku menggigit nyamuk??
Pemuda 1 : Hahahaha… sabar-sabar coy… memang tak ada kau gigit
nyamuk… coba kau pikir… kalau kau makan buah-buahan
seperti jeruk, apel, anggur. Adakan kau gigit? ada marah
mereka… kalau kau makan ayam, ikan, daging lembu…
ada kau gigit? ada ayam mengejar kau… atau ikan
menggigit kau waktu kau berenang atau ada lembu
menendang kau, karena kau makan daging lembu…
coba kau pikir…
Pemuda 2 : Tak ada…
Pemuda 1 : Ha… sadarnya kau…
Itula tadi kubilang adil…, jangan kau marah. Itu baru
gigitan nyamuk kecil sebanding dengan gigitan-
gigitanmu sama mahluk yang lain yang tadi aku bilang.
Pemuda 2 : Tak la coy, ikhlasnya aku… sadarnya aku… sudah begitu
jalan nyamuk cari makan
Pemuda 1 : Ok… la kalau begitu

13 Maret 2009

DIMANA RUANGANNYA?

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — fahmi75 @ 21:55 and

Adzan magrib berkumandang. Sejenak sebelum kulangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk berwudhu kupalingkan wajahku menatap ruang warnet, komputer yang tersedia sudah terisi semua, namun kulihat mereka semua sibuk dan terhanyut dalam konsentrasinya menatap layar komputer. Ingatkah mereka ini waktunya magrib, dengrkah mereka panggilan adzan yang baru saja berkumandang?? padahal sengaja kumatikan musik yang selalu mengalun dari speaker komputerku… Ya Robb maafkanlah hambaMu, hanya ini yang dapat kulakukan namun tampaknya juga tak berarti apa-apa.

“Sorry mengganggu, boleh tanya gak?” seorang pemuda berdiri didepanku menghalangi langkahku saat akan kembali ke meja kerja operator. “iya, mas kenapa?” jawabku

“Ruang sholatnya dimana ya?” sejenak aku terdiam melihatnya. Kaos oblong dibaut jaket, dengan celana jeans yang robek dibagian lututnya khas dandanan mahasiswa bandel membuatku bengong sendiri.

“Itu, diatas mas, kalo tempat wudhunya disana” jawabku sambil menunjuk arah kamar mandi.

“OK… makasi ya” katanya seraya mengangkat ransel dan berlalu.

Uh………. kertas kwartonya pake habis lagi. Aku memasuki ruangan penyimpanan barnag-barnag yaitu ruangan yang biasa digunakan untuk sholat.

Ha….. Setengah kaget aku memalingkan wajahku, menatap sosok yang saat ini tengah rukuk dengan khidmatnya. Pemuda dengan dandanan yang abrek-abrekan tadi menjelma menjadi sosok pemuda dengan ciri keislaman yang menonjol. Baju koko, sarung dan kopiah menutupi kepalanya. Kulirik ranselnya, yang lengkap dengan baju kumal yang tadi dikenakannya.

Subhanallah……… beginikah jika seseorang telah menemukan cinta Allah. Tak peduli dia datang ke tempat apa, dengan dandanan apa atau dengan siapa dia datang, ketika menemui kekasih abadinya dia menjelma menjadi muslim sejati. Aku melangkah menuruni tangga menuju meja kerjaku, dengan sejuta persaan bahagia.

Pertanyaan yang sangat aku dambakan akhirnya ku dengar juga. “Ruangan Sholatnya dimana, ya?”

Terima kasih Ya Allah, paling tidak aku tau diantara seabrek orang yang disini ada dia yang mencintaimu dengan caranya sendiri.

(Cerita ini saya ceritakan kembali dari orang lain)

JIKA DITANYA

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — fahmi75 @ 21:44 and

Pada suatu hari, sebuah rumah di pinggir kampung terbakar. Seekor burung pipit membawa air menggunakan sayapnya. Seorang pemuda terheran-heran melihat kelakuan burung pipit tersebut, pulang-balik membantu memadamkan api.

Karena heran sang pemuda bertanya,
Pemuda : wahai burung pipit, mengapakah engkau berulang-alik membawa air?
Burung : Saya ingin memadamkan api.
Pemuda : Tapi, tidakkah kau tau, bahwa sayapmu hanya bisa membawa dua tetes air saja?
Burung : Saya tahu.
Pemuda : Tahukah kau bahwa tetesan air yang kau bawa itu tak dapat memadamkan api kebakaran.
Burung : Saya tahu.
Pemuda : Lantas… mengapa kau masih melakukan itu??
Burung : Sesungguhnya apabila Allah bertanya apakah saya melihat atau tidak kebakaran itu, saya akan jawab bahwa saya melihat kebakaran itu. Dan jika Allah bertanya apakah usaha saya untuk membantu. Lalu saya akan menjawab bahwa saya telah membawa tetesan air menggunakan sayapku untuk membantu memadamkan api.

25 Februari 2009

Menjadi Yang Terbaik

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — fahmi75 @ 09:33 and

Ada 2 murid padepokan yang mahir pencak silat, khususnya dalam memainkan pedang. Kedua orang ini memiliki bakat yang sama besar, dilatih dengan disiplin yang tinggi, dan jadwal yang ketat. Pada waktu latihan, keduanya sama unggul. Akan tetapi, anehnya murid yang lebih tua selalu lebih unggul dalam pertandingan. Karena tidak puas, murid yang lebih muda mulai mengamati kakak seperguruannya itu. Didalam hatinya ada satu keinginan, yaitu mengalahkan kakak seperguruaanya.
Tiap kali kakak seperguruannya berlatih satu jurus, dia juga melakukannya. Jika melatih otot, dia juga ikut. Bahkan dia melihat cara makan kakak seperguruannya itu. Meskipun dia melakukan hal yang sama dengan kakak seperguruannya itu, tetap saja dia tidak bisa menandinginya.
Merasa putus asa, dia mendatangi gurunya, dan menceritakan masalahnya. “Guru, saya sudah berlatih dengan keras, tetapi mengapa tidak bisa menadingi kakak seperguruan?” Dengan bijak, sang guru menjawab, “kamu bukannya tidak berlatih dengan baik. Hanya saja, dia berlatih dengan lebih baik lagi.”
“Tidak mungkin! saya telah mengamati apa yang dia pelajari dan saya juga telah melakukannya dengan baik,” sang mrid membantah gurunya. “Coba besok kamu bangun jam 4 pagi dan pergi kebelakang padepokan, lalu amati yang terjadi disana” jawab gurunya.
Dengan penuh keheranan akhirnya murid itupun pergi dan berpikir. “Apa sebenarnya maksud guru. Mengapa saya disuruh bangun jam 4 pagi dibelakang padepokan? Ada apa sebenarnya?”
Tepat jam 4 pagi keesokannya harinya, dia bangun dengan susah payah. Dia langsung menuju belakang padepokan yang berhadapan langsung dengan gunung. Begitu sampai dibelakang padepokan, dia tidak menemukan apa-apa. Dia amati dari sudut ke sudut, dari kejauhan dia mendengar sayup-sayup suara orang sedang berlatih jurus, di dekatiya suara itu. Alangkan terkejunya dia, sang adik seperguruan melihat kakak seperguruannya sedang berlatih di lereng gunung tanpa mengenal lelah. Barulah dia sadar bahwa selama ini kakak seperguruanya berlatih lebih giat lagi pada saat orang lain sedang terlelap tidur
Semangat pun timbil dan dia ingin berlatih bersama kakak seperguruannya. Dia pun berjalan menuju lereng gunung. Sesampainya disana, kakak seperguruannya yang agak terkejut menyapa sambil bergurau, “Wah tumben, kamu bangun pagi, lagi mimpi ya?.” Dengan penuh semangat dia menjawab, “Saya juga mau berlatih seperti kakak, agar tidak ketinggalan”. “Tapi, mengapa kakak masih berlatih lagi?, padahal ilmu kakak adalah yang tertinggi diantara kita, sementara jadwal latihan kita juga sudah sangat padat serta melelahkan?”
Sang kakak menjawab “Meskipun saya sekarang lebih unggul, saya harus tetap berlatih. Kalau tidak, suatu hari nanti pasti ada yang lebih unggul. Jadwal latihan yang sudah ditetapkan hanya membuat kita sama kuat satu dengan yang lain. Namun, tambahan 1 jam latihan di pagi seperti ini membuat saya menjadi nomor 1.”
Pesan : Kerja keras yang sama dengan orang lain membuat kita satu level dengan orang lain, sedikit tambahan kerja keras membuat kita menang satu level.

19 Februari 2009

Pejabat vs PSK

Diarsipkan di bawah: Lucu — fahmi75 @ 21:36 and

Seorang pejabat suka jogging setiap pagi. Dan setiap lewat sebuah jalan dia selalu bertemu dengan seorang cewek penjaja seks yang berdiri di sana. Dan tiap kali pula si cewek berteriak kepadanya “Lima ratus ribu, mau?” yang selalu dengan bercanda dia jawab , “Nggak ah, lima ribu perak saja!” Hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka setiap kali berpapasan. “Lima ratus ribu”!”. “Nggak, lima ribu!”

Suatu hari istri si pejabat ngotot mau ikut jogging. Biarpun sang suami berusaha dengan segala cara mencegahnya, tetap saja sang Nyonya ngotot. Sang suami mengalah sambil hatinya was-was bakal ada perang dengan bininya kalau si cewek PSK itu berteriak kepadanya. Dia tahu sang Nyonya tidak akan percaya bahwa itu cuma seloroh saja.

Benar saja, ketika suami istri itu jogging berdampingan mendekati jalan itu sang PSK sudah berdiri di sana. Si pejabat mencoba menghindari tatapan mata si cewek dan terus berlari melewatinya.

Sang pejabat sudah merasa senang tidak ada insiden ketika dari belakang dia mendengar sang PSK berteriak “Lihat sendiri kan apa yang kamu dapat dengan lima ribu perak!”

Halaman Berikutnya »

generiert in 0,614 Sekunden. | Powered by WordPress.